contoh kalimat final fantasy x
- Hentai Final Fantasy X Lulu 3D Compilation
Cartoon Final Fantasy VII Tifa Prisoner 3D - "Limit Breaks", highly damaging special attacks, reappear in Final Fantasy X as "Overdrives".
"Limit Break", atau serangan spesial pada seri Final Fantasy, terdapat kembali di Final Fantasy X dengan nama lain, yaitu "Overdrive". - Final Fantasy X introduces an overhaul of the summoning system employed in previous games of the series.
Final Fantasy X memperkenalkan sebuah sistem summoning (memanggil sebuah makhluk) yang juga dimiliki oleh seri-seri permainan ini sebelumnya. - In Final Fantasy X, almost all the locations are essentially continuous and never fade out to a world map.
Di Final Fantasy X, hampir seluruh lokasi-lokasi pada dasarnya terhubung terus menerus dan tidak pernah berpindah ke peta dunia. - Like previous games in the series, Final Fantasy X features numerous minigames, most notably the fictional underwater sport "blitzball".
Seperti seri-seri sebelumnya, Final Fantasy X memiliki beberapa permainan mini, khususnya permainan mini olahraga fiksi di dalam air, "blitzball". - Nojima partially or completely wrote the stories for Final Fantasy VII, Final Fantasy VIII, Final Fantasy X, and Final Fantasy X-2.
Ia menulis secara sebagian atau keseluruhan cerita untuk Final Fantasy VII, Final Fantasy VIII, Final Fantasy IX, Final Fantasy X dan Final Fantasy X-2. - PlayOnline was originally developed to interact with Final Fantasy X, but when those plans fell through it became a strategy site for Final Fantasy IX.
PlayOnline pada awalnya dikembangkan untuk berinteraksi dengan Final Fantasy X, tetapi rencan tersebut tidak jadi menjadi situs strategi Final Fantasy IX. - Final Fantasy X is set in the fictional world of Spira, consisting of one large landmass divided into three subcontinents, surrounded by small tropical islands.
Final Fantasy X di-set di sebuah dunia fiksi bernama Spira, di mana terdapat sebuah daratan yang luas yang dibagi menjadi 3 sub-daratan, dikelilingi oleh pulau-pulau tropis kecil. - Critics compared the game's mechanics to Discs of Tron, Mortal Kombat, Blood Bowl, Final Fantasy X's Blitzball, Blades of Steel, and Speedball, and its aesthetic to that of Blade Runner.
Kritikus dibandingkan permainan mekanik dengan Disc Tron, Mortal Kombat, Blood Bowl, Final Fantasy X's Blitzball, Blades of Steel, dan Speedball, dan estetika Blade Runner. - Producer Yoshinori Kitase was also the chief director of Final Fantasy X, while the direction of events, maps and battles was split up between Motomu Toriyama, Takayoshi Nakazato and Toshiro Tsuchida, respectively.
Produser Yoshinori Kitase juga merupakan kepala sutradara dari Final Fantasy X, sementara penyutradaraan kejadian-kejadian, peta, dan pertempuran masing-masing dilakukan oleh Motomu Toriyama, Takayoshi Nakazato dan Toshiro Tsuchida, secara berurutan. - Kazushige Nojima collaborated with Daisuke Watanabe, Toriyama and Kitase on writing the scenario for Final Fantasy X. Nojima was particularly concerned with establishing a connection in the relationship between player and main character.
Kazushige Nojima berkolaborasi dengan Daisuke Watanabe, Toriyama dan Kitase dalam penulisan skenario Final Fantasy X. Nojima terutama berkonsentrasi dalam pembuatan sebuah koneksi dalam hubungan antara pemain dan karakter utama. - Like previous games in the series, Final Fantasy X is presented in a third-person perspective, with players directly navigating the main character, Tidus, around the world to interact with objects and people.
Seperti permainan seri Final Fantasy sebelumnya, Final Fantasy X menampilkan cerita perspektif orang ketiga, dengan para pemain secara langsung menavigasi karakter utamanya, Tidus, ke berbagai penjuru dunia untuk berinteraksi dengan objek-objek dan orang-orang. - Final Fantasy X introduces the Conditional Turn-Based Battle system in place of the series' traditional Active Time Battle system first used in Final Fantasy IV.
Final Fantasy X memperkenalkan Conditional Turn-Based Battle (kondisi berdasarkan pergiliran, disingkat sebagai CTB) yang menggantikan sistem tradisional seri-seri sebelumnya, yaitu sistem Active Time Battle (kondisi berdasarkan waktu di dunia nyata, disingkat sebagai ATB), yang pertama kali digunakan pada Final Fantasy IV. - Final Fantasy X's development began in 1999, costing approximately ¥4 billion (approximately US$48.6 million in 2018 dollars) with a crew of over 100 people, most of whom worked on previous games in the series.
Pengembangan Final Fantasy X dimulai pada tahun 1999, menghabiskan dana kurang lebih ¥4 triliun (kurang lebih US$32,3 juta) dengan pekerja lebih dari 100 orang, dan kebanyakan dari mereka pernah bekerja pada permainan seri Final Fantasy sebelumnya. - There are seven main playable characters in Final Fantasy X, starting with Tidus, a cheerful young teenager and a star blitzball player from Zanarkand, who seeks a way home after an encounter with Sin transported him to Spira.
Ada tujuh karakter utama di Final Fantasy X, dimulai dengan Tidus, seorang remaja muda yang ceria dan seorang bintang pemain blitzball dari Zanarkand, yang mencari jalan pulang setelah pertemuan dengan Sin yang membawanya ke Spira. - Whereas in previous titles a summoned creature would arrive, perform one action, and then depart, the "Aeons" of Final Fantasy X arrive and entirely replace the battle party, fighting in their place until either the aeon wins the battle, is defeated itself, or is dismissed by the player.
Apabila pada seri sebelumnya ketika sebuah makhluk dipanggil, melakukan satu aksi, lalu pergi, maka makhluk yang disebut "aeon" di Final Fantasy X datang dan menggantikan grup pertempuran, berperang sendirian dan pertempuran selesai sampai aeon memenangkan pertempuran. - Although Hitman GO and Lara Croft GO are issued by Square Enix, they both have differences. Hitman GO requires a strategy because it uses a turned-based system. Turned-based is a player turn system which is usually found in RPG games, for example in Final Fantasy X and Persona 5.
Walaupun sama-sama dirilis oleh Square Enix, Hitman GO dan Lara Croft GO memiliki perbedaan. Hitman GO lebih membutuhkan sebuah strategi karena menggunakan sebuah sistem turned-base. Turned-base adalah sistem giliran pemain yang biasanya ditemukan pada game RPG, contohnya Final Fantasy X dan Persona 5.